Showing posts with label Desain. Show all posts
Showing posts with label Desain. Show all posts

12 December, 2009

0 komentar

Environmental Graphic Design

Photobucket

Environmental Graphic Design. Mungkin istilah ini terdengar asing untuk banyak kalangan. Walaupun sebenarnya, apa yang menjadi bagian dari Environmental Graphic Design ini sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari.

Dimanapun kita berpergian atau sedang berada di suatu tempat publik, kita pasti akan menjumpai berbagai petunjuk arah, papan informasi, ataupun signage dari sebuah bangunan atau toko. Hal-hal itu lah yang bisa diklasifikasikan dalam sebuah ilmu yang dinamakan Environmental Graphic Design.

Environmental Graphic Design (EGD) adalah segala macam bentuk grafik yang bisa dijumpai di sebuah lingkungan yang dapat diakses oleh publik. Ruang lingkup EGD meliputi wayfinding system, exhibition system, signage, information design, pictogram dan placemaking.

Karena penerapan EGD melingkupi berbagai hal, maka ilmu EGD ini berkaitan juga dengan berbagai disiplin ilmu lainnya antara lain arsitektur, desain interior, landscape dan industrial design.

Hal pokok yang harus diperhatikan dalam EGD adalah komunikasi, menyampaikan suatu cerita, menjelaskan sebuah pesan, navigasi, informasi, branding dan identity.

Dalam perkembangannya yang dinamis, EGD sekarang ini meleburkan batas-batas yang ada antara ilmu arsitektur, grafis, sign, public art dan advertising.

EGD yang baik tidak hanya menampilkan informasi atau petunjuk saja namun juga harus terlihat menarik dan eye catching bagi mata.

Kombinasi yang tepat antara tipografi, warna, bentuk dan material dapat menghasilkan sebuah sign yang kuat baik dari segi visual maupun pesan atau informasi yang disampaikan.

Pada beberapa jurnal ke depan, kami akan mencoba memaparkan berbagai aspek yang berkaitan dengan Environmental Graphic Design ini. Dan juga kisah-kisah yang berhubungan erat dengan Environmental Graphic Design yang juga telah dikerjakan oleh Gusto Sign.



Source: iroiro78.blogspot.com




SELENGKAPNYA>>

07 December, 2009

1 komentar

Smile, You are on Friendster (or Not)

Friendster Logo, Before and After


Before there was Twitter and Facebook — and even before there was MySpace, so we are talking internet aeons here — the original social network was Friendster, launched in March of 2003 to the tune of three million subscribers within months of its release. Today it claims 110 million members worldwide yet, despite that high figure, it seems Friendster disappeared as the now famous and highly embraced social networks improved upon its premise and they all gathered their own millions of subscribers across the world — that is, except for the Philippines, Indonesia and Malaysia and, to a smaller degree, Australia where Friendster remains relevant and with a devoted following. Last Friday, Friendster relaunched its web site with new features, a new look, designed by Sydney-based Yellow Studio, and a new tag line, “connecting smiles.”


Friendster

Friendster

Friendster

The images above are from a launch party last week in Makati City, Philippines, showing a little more dynamism in the applications, even if it’s all for flair. This is definitely a case of me not being the target audience at all, probably explaining my reaction against the logo, but so is My Little Pony and I could still appreciate what they did. Surely, I won’t be making any new friendsters.



source:http://www.underconsideration.com/
SELENGKAPNYA>>